cara merubah keadaan dengan bersyukur


Mungkin dari kita sering berkata hidup itu harus di syukuri. Atau kita harus bersyukur dan masih banyak kata yang lain yang senada dengan itu. Namun benarkah kita sudah bersyukur.? Apa cuma berkata alhamdulillah. Sedang bersyukur itu harus di ucapkan dimulut dibenar kan oleh hati di amalkan oleh seluruh tubuh. Artinya harus di realisasikan dalam kehidupan sehari hari.. apa gunanya kita menyebut alhamdulillah jika kita dalam hati kita masih ngedumel..mulut berkata alhamdulillah tapi posting di medsos masih ngeluh.. apa sih yang menjadi sebab kita sulit untuk bersyukur. Jawaban nya tak lain adalah kita selalu melihat objek tersebut.. saya masih ingat waktu dipondok almarhum guru saya pernah jika kita ingin bersyukur lihat segi yang lain nya. Jangan lihat objec nya.. itu beliau contohkan waktu berbuka puasa sunah senin kamis. Waktu itu kebetulan saya lagi cekak keuangan.. saya bersama teman2 di beri makanan balitung ( sejenis umbi umbian ) kita makan bersama juga guru saya ikut dalam berbuka.. saya lihat beliau penuh syukur dengan ekpresi wajah yang begitu penuh ke gembiraan. Saya mencoba bertanya pada guru saya itu. A punten kok tadi abdi ningal aa mani bungah buka sareng balitung ( A ma'ap kok tadi saya lihat aa begitu bahagia buka puasa sama balitung ( umbi2an ) ( waktu itu manggil ke guru dengan sebutan aa ) beliau jawab. Kiyeu yeuh jang mun silaing hayang bersyukur ulah ningali balitung na atuh tapi tingali nu sejen na. Urang bisa ngunyah. Urang bisa nerey. Urang bisa hirup jeng lain sajaba na. ( begini nih tong. Kalau kalian pingin bersyukur yah jangan lihat balitung nya dong. Tapi lihat yang lain nya. Kita bisa ngunyah. Kita bisa nelan. Kita bisa hidup dan lain sebagai nya ) setelah dipikir2. Betul juga. Kenapa kita tidak pernah melihat sisi lain nya. Contoh kita makan nasi sama garam. Mungkin kalau melihat nasi sama garam nya yah gimana mau bersyukur. Tapi lihat dong kuta bisa mengunyah. Kita bisa menelan. Terus bisa masuk ke lambung dsb. Apa anda mau makan sama rendang atau apalah yang enak. Tapi gk bisa menelan makanan itu. Kan repot tiap makan harus sedia bambu untuk merojok makanan itu.. atau kita punya istri cerewet. Yah jangan dilihat cerewet nya dong. Tapi lihat kelebihan nya. Dari kesetiaan. Dari perhatian. Dari kecantikan pokoknya banyak deh yg positif nya. Apa kalian mau punya istri cantik baik setia tapi gk ada nyawa nya. Pan embung meren.. atau suami pulang usaha dapat uang 10.000 yah kalau lihat uang nya pasti jengkel. Tapi coba lihat sisi lain nya. Mau suami anda pulang bawa uang sejuta. Tapi bareng sama istri muda.. eh moal gogolopokan nt. Ata pulang bawa uang sepuluh juta. Tapi kaki nya sudah berubah jadi kaki kuda. Kan repot kalau kondangan rame kokotoplakan.. jadi untuk bisa bersyukur jangan lihat objek nya tapi lihat sisi lain nya.. banyak kok sisi lain yang bisa membuat kita benar2 bersyukur.. nah jika anda benar bisa bersyukur dengan cara ketiga tiga nya ( di ucapkan dengan mulut di benarkan oleh hati dan di amalkan oleh seluruh tubuh ) maka insya alloh akan ada perubahan dalam kehidupan anda. "Laa ingsyakartum laa ajidanakum walaa inkafartum inna adzabi lasyadid" barang siapa yang bersyukur maka akan aku tambah niknat ku. Dan barang siapa yang tidak bersyukur ingat azab kami sangat pedih.. dan penulis pernah membuktikan sendiri antara kehidupan yang lalu yang penuh keluh kesah dengan kehidupan sekarang. Demikian artikel kali ini semoga ada mangfa'at nya.. wallohul muafiq ilaa aqwami thoriq wassalamu 'alaikum wr wb.

Penulis ALWI IBNU FAUZI alias APELOY PUTRA SILIWANGI

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fi’il Mudhari’ Majzum oleh Amil Jawazim: LAA Nahi, LAM Amar, Huruf Syarat (IN, IDZMA), Isim Syarat (MAN, MA, MAHMA, AYYUN, MATA, AYYANA, AINA, HAITSUMA, ANNAA) لا لام إن من ما مهما أي متى أيان أين إذما حيثما أنى » Alfiyah Bait 696-697

macam macam fi'il bina

Perbedaan wayustasqol dan wayastasqil